YIF KSEI Febi 2023: Inovasi Guna Kesiapan Menghadapi Megatrend


Serangkaian acara dalam Youth Innovation Festival (YIF) KSEI Febi pada Jumat-Sabtu, (15-16/9/2023) (Dok. Panitia)


Purwokerto, LPM Saka -  Youth Innovation Festival hadir membawa misi guna optimalisasi ekonomi islam yang siap dalam menghadapi megatrend pada tahun 2045. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Pelaksana Youth Innovation Festival KSEI, Alif Hidayat Syahputra pada Sabtu, (16/9/2023). 

The Role of The Younger Generation in Developing The Islamic Economy to Achieve The 2045 Megatrend ialah tema yang diangkat dalam seminar nasional sebagai pembuka serangkaian acara Youth Innovation Festival KSEI FEBI 2023.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pegadaian syariah menjadi pokok pembahasan yang dibawa oleh pembicara pertama yakni Head of Department of Manpower Cooperation and Smart Medium Entrepreneur, Wahyu Dewanto.

Wahyu menekankan agar setiap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki strategi yang matang dalam menghadapi Megatrend pada tahun 2045.

Selain itu, prosesi pembayaran menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan serta disusun secara sistematis oleh setiap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal tersebut disampaikan oleh Account Officer Pegadaian Syariah cabang Pasar Wage, Tri Okta Setyobudi.

Sementara itu, Narasumber bedah buku Yuk Belajar Financial Check Up, Widia menginstruksikan kepada para peserta seminar agar dapat merencanakan keuangan dengan baik. Ia menambahkan langkah awal yang dapat ditempuh untuk meminimalisir hal-hal diluar kendali ialah tidak bersikap semena-mena ketika memiliki finansial yang cukup saat awal bulan.

“Jangan mentang-mentang awal bulan dan banyak uang, temen-temen mudah tergiur dengan gengsi serta promo-promo yang ada,” jelasnya sembari tersenyum.

Perencanaan keuangan dapat diawali dengan mengenali prioritas kebutuhan yang dibarengi dengan mencatat arus pemasukan serta pengeluaran, menyusun rencana anggaran dan membuat target keuangan. 

Sebelum menutup diskusi, Widia berpesan untuk tidak menggunakan sistem pembayaran yang menawarkan angsuran tanpa menggunakan kartu kredit atau Pay Later. Selain itu, diharapkan kepada peserta mudah ‘diasuh’ oleh teknologi. 

“Saya sarankan jangan sekali-sekali menggunakan Pay Later, hal demikian membuat kita menjadi pribadi yang boros dan mengandung ‘adiktif’ yang memungkinkan kita akan selalu terjebak di dalamnya,” tutupnya.

Lomba-lomba dalam Youth Innovation Festival 2023 (Dok. Panitia)

Youth Innovation Festival 2023 merupakan salah satu program kerja tahunan Komunitas Studi Ekonomi Islam (KSEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan rangkaian kegiatan antara lain Seminar, Launching serta Bedah buku, Lomba Business plan, Lomba Infografis dan Lomba Karya Tulis Ilmiah. 

Alif berharap Youth Innovation Festival turut menjunjung citra UIN Saizu Purwokerto pada kancah nasional dengan terselenggaranya ragam acara skala nasional serta membantu masyarakat agar dapat terus berinovasi dengan menyesuaikan perkembangan yang hadir.  

“Semoga dengan Youth Innovation Festival (YIF) KSEI Febi dapat membantu memperkenalkan UIN Saizu Purwokerto agar tak berlanjutnya stigma negatif atau sekedar dipandang sebelah mata,” tutur Alif.  

Hambatan dan tantangan selalu menyertai setiap injakkan langkah, namun hal tersebut tidak menyurutkan militansi kader KSEI Febi dalam mensukseskan Youth Innovation Festival (YIF) 2023. 



Reporter: Nafrotul Izza dan Salsabila Alifia

Editor: Jasmine Azzahra

 


Post a Comment

Apa pendapat kamu mengenai artikel ini?

Previous Post Next Post